AKUlah penciptamu. Aku akan turut campur dalam segala permasalahan hidupmu. Ingat, Aku tidak membutuhkan bantuanmu.
Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak HUDT (Hanya Untuk Dikerjakan Tuhan)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.
Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak HUDT-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.
Jika engkau terjebak kemacetan, jangan bringas. Karena ada orang-orang yang memang ditetapkan mendahuluimu untuk kepentingan yang mengungkapkannya saja dia sudah tidak mampu.
Saat engkau merasa hari-hari di kantormu tidak begitu baik, pikirkanlah orang-orang lain yang keluar dari kantor beberapa tahun lalu
Ketika hubunganmu memburuk, pikirkanlah orang-orang yang sudah lupa rasa mencintai dan dicintai.
Saat engkau masih bisa menggunakan waktu akhir pekan untuk liburanmu; engkau masih lebih beruntung dari wanita penjahit yang bekerja 12 jam sehari, 7 hari seminggu demi anak-anaknya.
Saat mobilmu rusak, pikirkanlah orang yang bahkan untuk berjalan saja dia sudah tidak mampu lagi.
Ketika engkau berkaca di cermin merapikan rambutmu, pikirkanlah orang yang sedang sakit kanker yang selalu berharap rambutnya segera tumbuh.
Ketika engkau merasa menjadi korban dari kesalahan, kegetiran, pengabaian, ketidak-nyamanan orang lain, ingatlah sesuatu atau seseorang dapat saja salah, dan mungkin engkau salah satunya.
Banyak hal yang dapat kita jadikan sebagai bahan renungan agar senantiasa disamping kita selalu berjuang menuju hidup yang lebih baik, kita selalu mensyukuri hidup ini.
Posted by: willyhardhika | October 13, 2008
Memo dari Tuhan
Advertisement
Posted in Artikel
pada akikatnya kita adalah pekerja
yang diperintahkan lewat memo oleh Tuhan………
kerjakanlah….
dibalik pekerjaan yang di perintahkan itu
terdapat berjuta2 hikmah yg tersimpan….
pekerjaan adalah ruang pengorbanan
yang penuh liku-liku
apabila kitatabah dan sabar…
niscaya hidup ini akan menjadi baik..bersabarlah dan bersyukurlah dalam menjalankan amanah pekerjaan itu….
salam kenal ya…
By: azlan on October 13, 2008
at 2:07 pm
postingan bijak yang bisa jadi renungan hari ini. thanks bro..
By: easy on October 13, 2008
at 2:36 pm
tulisan anda sangat bagus untuk di jadikan renungan bagi demua orang terutama saya sendiri yang selalu menalahkan apa-apa yang telah tuhan saya berikan pada saya.
di atasa anda menyebutkan masih banyak lagi renungan yag harus kita renungkan? tolong kasih tau saya apa-apa saja yang harus saya renungkan?
By: eman on October 13, 2008
at 4:47 pm
“Bismillahirrohmanirrohim
terima kasih mas…renungannya
dikala sore hari begini ketika kesibukan selalu ada dan ada…
kalimat2 tsb benar2 melegakan…
tapi mas apakah ini Juga termasuk Memo dari Tuhan…
semakin banyaknya anak jalanan / orang yg meminta-minta di perempatan jalan saat kita pulang dari kerja nanti, melihat orang yg hidup nya berpindah pindah dari satu tempat ke tempat lain di sudut kota jakarta ini(sy mungkin tidak melihat di tempat lain yg mungkin labih banyak juga)
akankah kita, maaf mas mengutip sedikit “Jika engkau menghadapi situasi sulit yang tidak bisa engkau pecahkan, masukkan ke kotak HUDT (Hanya Untuk Dikerjakan Tuhan)-mu. Semua masalah akan terselesaikan, namun bukan menurut ukuran waktumu tapi waktuKU.
Sekali engkau masukkan masalah ke dalam kotak SFGTD-mu, engkau tidak perlu lagi melanjutkan kekuatiranmu. Lebih baik engkau terjunkan dirimu melanjutkan peran hidupmu saat ini.”
apakah kita diamkan saja hal2 yg di sebutkan diatas lalu kita serahkan(HUDT)
wallohua’lam…”
By: Habib Mustofa on October 13, 2008
at 5:35 pm
bersyukur dan belajar untuk bisa lebih ikhlas lagi, doakan smoga saya bisa mensyukuri nikmat-Nya dan belajar ikhlas atas apa yang menjadi kehendak-Nya
By: dandoenk on October 13, 2008
at 6:33 pm
dalem banget, penuh inspirasi dan betul juga menentramkan hati.. thanx bgt ya mas, lam kenal:>
By: reeaz on October 13, 2008
at 8:58 pm
inspiratip. thx
By: kw on October 13, 2008
at 10:03 pm
Wew..
..
Ikhlas dengan segala yang sudah kita dapatkan..
Bersyukur dengan semua yang sedang kita pakai saat ini..
Respect the others dengan apa yang kan kita miliki esok hari..
..
Makasi untuk pengingatnya bro..
By: budihermanto on October 13, 2008
at 10:41 pm
Subuhanallah, memo yang layak direkatkan ke otak yang siap menjulang ke dlam hati. Memo yang selalu mengingatkan kita akan ketidakberdayaan kita sebagai manusia, tapi bukan pesimis…thanks….this is a nice..salam
By: haerulsohib on October 14, 2008
at 8:01 am
Orang benar akan menemukan banyak kemalangan tetapi Tuhan akan melepaskannya dari itu…(maz 34:20)
tulisan yang bagus, memang kita harus mengandalkan Tuhan dalam segala sesuatu
By: Biru on October 14, 2008
at 8:47 am
very nice
By: julie on October 14, 2008
at 9:14 am
merenung achh…
trus instropeksi diri…
memperbaiki hal2 yang selama ini keliru…
dan tetap bersyukur…
ahh, alangkah indahnya hidup ini…
nice post…
salam kenal…
By: mashen86 on October 14, 2008
at 9:18 am
renungan yang pas di selasa yang panas ini
By: easy on October 14, 2008
at 11:22 am
Alhamdulillah,panasnya hari ini terobati oleh dinginnya memo dari Tuhan. Semoga memo ini segera menyebar ke seluruh penjuru dunia.Kang, boleh saya copy memo ini?Biar segera menyebar ke ujung dunia.
Great!!
“Silahkan kalau mau di copy, saya juga dapat dari milist sebelah dan disebarkan lagi sebagai bagian dari mata rantai untuk saling mengingatkan dalam kebaikan”
By: bisnisgratis on October 14, 2008
at 12:03 pm
Tulisan anda Membuat lilis pengen membaca berulang2 tak cukup skali aja. Renungan yang menyadarkan.
By: lischantik on October 14, 2008
at 12:20 pm
Ungkapan rasa syukur yang menarik, memang kita harus sering-sering melihat ke bawah bukan ke atas
By: harmanto on October 14, 2008
at 1:11 pm
Tulisan ini menyentuh aku. Dulu ketika Tuhan memberikan “kasih sayang”nya ke aku dan keluarga, sempat aku bertanya “mengapa aku Tuhan???” .
Dalam hanya “jentikan jari” Kau ambil semua yang pernah ku punya. Kau perlihatkan langsung di depan mataku “kasih sayang” itu. Tapi kejadian semua itu menjadikan aku “manusia baru”. Aku paham arti memiliki, aku paham kalau semua adalah titipan. Aku paham bahwa semua karena aku lalai bersyukur.
Kita semua mendapat “memo” dari yang di Atas .
By: ruanghati on October 14, 2008
at 3:26 pm